
Fitur:
– Desain anatomis mengurangi kebutuhan kontur, menghindari kompresi yang tidak memadai pada fragmen posterior atau hilangnya reduksi akibat kompresi berlebihan.
– Lubang kedua dan ketiga bersifat non-locking, yang dapat memenuhi kompresi lebih lanjut pada fragmen, dan lubang memanjang membantu memberikan posisi sekrup yang lebih baik.
– Lubang pertama dan keempat bersifat locking, yang dapat meningkatkan stabilitas penguncian.
– Bagian tengah pelat dipersempit untuk mengurangi dampak pada suplai darah ke dinding posterior asetabulum. Tidak ada lubang sekrup di bagian tengah untuk mencegah operator pemula memasang sekrup di area berbahaya ini.
Indikasi:
– Fraktur dinding posterior asetabulum.







