Kondisi Pasien:

Tn. Yang, usia 75 tahun, datang ke poliklinik dengan trauma dan nyeri bahu kanan, pembengkakan serta keterbatasan gerak selama satu jam. Ia didiagnosis menderita “fraktur proksimal humerus kanan” dan dirawat di rumah sakit untuk “fiksasi paku intrameduler”.

Gambaran pra-operasi

Kondisi Pasien: Tn. Yang, usia 75 tahun, datang ke poliklinik dengan trauma dan nyeri bahu kanan, pembengkakan serta keterbatasan gerak selama satu jam. Ia didiagnosis menderita "fraktur proksimal humerus kanan" dan dirawat di rumah sakit untuk "fiksasi paku intrameduler". Gambaran pra-operasi Sebelum operasi, pasien ditempatkan dalam posisi beach, dan operator menggunakan pendekatan deltopektoral untuk mengekspos lapangan pandang secara penuh: Selama operasi, paku dimasukkan terlebih dahulu kemudian reposisi, dan paku intrameduler bola cup humerus utama dimasukkan secara berurutan, tuberkulum mayor difiksasi, paku pengunci dimasukkan, dan akhirnya tuberkulum minor direposisi serta pelat atas yang sesuai dimasukkan: Pemulihan pasca-operasi terlihat baik pada gambaran sinar-X.

Sebelum operasi, pasien ditempatkan dalam posisi beach, dan operator menggunakan pendekatan deltopektoral untuk mengekspos lapangan pandang secara penuh:

Kondisi Pasien: Tn. Yang, usia 75 tahun, datang ke poliklinik dengan trauma dan nyeri bahu kanan, pembengkakan serta keterbatasan gerak selama satu jam. Ia didiagnosis menderita "fraktur proksimal humerus kanan" dan dirawat di rumah sakit untuk "fiksasi paku intrameduler". Gambaran pra-operasi Sebelum operasi, pasien ditempatkan dalam posisi beach, dan operator menggunakan pendekatan deltopektoral untuk mengekspos lapangan pandang secara penuh: Selama operasi, paku dimasukkan terlebih dahulu kemudian reposisi, dan paku intrameduler bola cup humerus utama dimasukkan secara berurutan, tuberkulum mayor difiksasi, paku pengunci dimasukkan, dan akhirnya tuberkulum minor direposisi serta pelat atas yang sesuai dimasukkan: Pemulihan pasca-operasi terlihat baik pada gambaran sinar-X.

Selama operasi, paku dimasukkan terlebih dahulu kemudian reposisi, dan paku intrameduler bola cup humerus utama dimasukkan secara berurutan, tuberkulum mayor difiksasi, paku pengunci dimasukkan, dan akhirnya tuberkulum minor direposisi serta pelat atas yang sesuai dimasukkan:

Kondisi Pasien: Tn. Yang, usia 75 tahun, datang ke poliklinik dengan trauma dan nyeri bahu kanan, pembengkakan serta keterbatasan gerak selama satu jam. Ia didiagnosis menderita "fraktur proksimal humerus kanan" dan dirawat di rumah sakit untuk "fiksasi paku intrameduler". Gambaran pra-operasi Sebelum operasi, pasien ditempatkan dalam posisi beach, dan operator menggunakan pendekatan deltopektoral untuk mengekspos lapangan pandang secara penuh: Selama operasi, paku dimasukkan terlebih dahulu kemudian reposisi, dan paku intrameduler bola cup humerus utama dimasukkan secara berurutan, tuberkulum mayor difiksasi, paku pengunci dimasukkan, dan akhirnya tuberkulum minor direposisi serta pelat atas yang sesuai dimasukkan: Pemulihan pasca-operasi terlihat baik pada gambaran sinar-X.

Kondisi Pasien: Tn. Yang, usia 75 tahun, datang ke poliklinik dengan trauma dan nyeri bahu kanan, pembengkakan serta keterbatasan gerak selama satu jam. Ia didiagnosis menderita "fraktur proksimal humerus kanan" dan dirawat di rumah sakit untuk "fiksasi paku intrameduler". Gambaran pra-operasi Sebelum operasi, pasien ditempatkan dalam posisi beach, dan operator menggunakan pendekatan deltopektoral untuk mengekspos lapangan pandang secara penuh: Selama operasi, paku dimasukkan terlebih dahulu kemudian reposisi, dan paku intrameduler bola cup humerus utama dimasukkan secara berurutan, tuberkulum mayor difiksasi, paku pengunci dimasukkan, dan akhirnya tuberkulum minor direposisi serta pelat atas yang sesuai dimasukkan: Pemulihan pasca-operasi terlihat baik pada gambaran sinar-X.

Pemulihan pasca-operasi terlihat baik pada gambaran sinar-X.

Kondisi Pasien: Tn. Yang, usia 75 tahun, datang ke poliklinik dengan trauma dan nyeri bahu kanan, pembengkakan serta keterbatasan gerak selama satu jam. Ia didiagnosis menderita "fraktur proksimal humerus kanan" dan dirawat di rumah sakit untuk "fiksasi paku intrameduler". Gambaran pra-operasi Sebelum operasi, pasien ditempatkan dalam posisi beach, dan operator menggunakan pendekatan deltopektoral untuk mengekspos lapangan pandang secara penuh: Selama operasi, paku dimasukkan terlebih dahulu kemudian reposisi, dan paku intrameduler bola cup humerus utama dimasukkan secara berurutan, tuberkulum mayor difiksasi, paku pengunci dimasukkan, dan akhirnya tuberkulum minor direposisi serta pelat atas yang sesuai dimasukkan: Pemulihan pasca-operasi terlihat baik pada gambaran sinar-X.